artikel

Posisioning Berfikir di era digital informasi

24 Sep 2026 Administrator Yayasan 42 Pembaca
Posisioning Berfikir di era digital informasi

Di era digital yang serba cepat ini semua informasi, kejadian, datang begitu instan pula dihadapan layar gadget kita semua terasa sat set dan wat wet. Hal ini memberikan respon orang gampang berkomentar gampang sher informasi dan juga sangat mudah menilai tentang sesuatu dan lebih sangat sulit memunculkan aktivitas berfikir.


Dari sini sesungguhnya ada hal yang perlu dihidupkan yaitu Berfikir. Ada 4 jenis berfikir yang perlu kita pahami.

1. Berfikir mendalam yaitu adalah berfikir menemukan kedalaman sesuatu mulai dari Sebab, Faktor, Latar belakang, masalah, Akar masalah tentang peristiwa atau fenomena sehingga tau bagaimana hubungan hulu hilir dari A-Z nya seperti apa

2. Berfikir Luas yakni berfikir dengan berbagai kemungkinan menggunakan berbagai sudut pandang, multi prespektif, memiliki banyak data, mengerti berbagai fakta 

3. Berfikir reflektif yakni berfikir bagaimana baiknya, maslahah nya, dan seperti apa solusinya 

4. Berfikir reaktif yaitu Berfikir otomatis kalau tidak hitam berarti putih kalau masalah nya A pasti ini sumbernya B


Dalam berbagai rutinitas sehari-hari berfikir otomatis adalah hal yang bisa dilakukan misal seperti mencuci, menyapu namun ketika dihadapkan berbagai fenomena, studi kasus, problematika, peristiwa yang terjadi tentu jenis berfikir otomatis tidak disarankan karena tentu akan sangat dangkal menyikapi sesuatu 


*Contoh Peristiwa yang terjadi :* Budi terlambat subuh 3 hari berturut-turut.

*Berpikir Dangkal:* "Budi malas! Hukum saja."

*Berbeda ketiBerpikir Mendalam (Gali A-Z):*


*1. GEJALA:* Terlambat subuh, mata bengkak, ngantuk di kelas jam 1-2.

*2. FAKTOR LANGSUNG:* Tidur jam 12 malam.

*3. SEBAB:* Kenapa tidur jam 12? Karena main dengan curhat saling cerita sampai lama

*4. LATAR BELAKANG:* dia lagi sedih dan sering curhat dengan temannya terkait problematika yang dihadapi 

*5. AKAR MASALAH:* Bukan malasnya, tapi *sistem regulasi emosi + aturan dan disiplin jam tidur.* 


*Solusi Mendalam:* Bukan menghukum telatnya, tapi buka jam komunikasi 30 menit ba'da Isya dan pakai pendekatan disiplin tidur matikan lampu dan pantau dari kamar ke kamar. Akarnya selesai, hilirnya otomatis beres.


Atau memakai paradigma berfikir Luas contoh si Amri Hutang uang 200 ribu

Kepada si amar dalam berfikir luar bisa memakai beberapa sudut pandang dan lensa pandang yang bisa amar pakai


Lensa ekonomi : oh ternyata si amri terkena PHK di pabrik dan amar masih punya safety uang yang cukup untuk memberikan pinjaman uang


Lensa Agama: dalam berbagai Hadits Rasulullah Saw menganjurkan membantu kepada yang mustadafin maka sifat kasih sayang dan kedermawanan sangat di anjurkan dan ditekankan


Lensa Dampak: kalau amar tidak memberikan pinjaman 1. Apakah kalau diberikan pinjaman amar akan sakit hati kalau tidak sesuai deadline 2. Kalau tidak diberikan pinjaman apakah hubungan masih baik baik saja. 3. Apakah ketika memberikan pinjaman akan kah berpotensi dikembalikan atau tidak di kembalikan


Dari contoh Berfikir mendalam dan meluas ini kita akan lebih matang dalam menyikapi sesuatu hal fenomena dan peristiwa tidak sumbu pendek dan gampang menilai secara permukaan tentang sesuatu dan akhirnya Harus di finalisasi dengan berfikir Reflektif kira kira Baik nya seperti apa, hikmah yang bisa diambil apa dan pelajaran hidup yang bisa dipetik yang bagaimana


Dan tak kalah penting nya adalah adalah akal melalui aktifitas berfikir tidak boleh terlalu diforsir berlebih yang mengakibatkan overtingking, akal juga perlu diberikan ruang istirahat tidak lantas terus dipaksa beraktifitas. Point kedua yang tak kalah penting adalah bahwa hidup lebih tenang dan damai saat kita berfikir tentang apa yang menjadi urusan kita dan tidak terlalu dilelahkan tentang apa yang bukan urusan kita


Bagikan :